Sunday, July 11, 2010

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Tinjauan Umum

Celosia cristata merupakan jenis tanaman hias dan sering disebut dengan nama bunga jengger ayam. Tanaman ini disebut demikian karena memiliki bunga yang berbentuk seperti jengger ayam. Tanaman ini juga umumnya ditanam di halaman sebagai tanaman tepi taman (bedding plant) (Emilia, 2008).

Celosia critata merupakan salah satu spesies dari famili Amaranthaceae. Warna bunga merah, kuning, ungu, oranye dan lain-lain. Biasanya digunakan untuk tanaman bedengan diluar rumah, tetapi bisa juga digunakan sebagai tanaman di dalam ruangan saat kondisi berbunga. Bunga dapat bertahan hingga beberapa minggu. Pemberian sinar matahari cukup esensial, diperlukan pula pemupukan yang teratur. Celosia membutuhkan udara yang dingin dan sirkulasi udara yang baik untuk memperpanjang masa pembungaannya. Ketinggian dapat mencapai 1,5-2 kaki. Perbanyakan tanaman jengger ayam dengan biji.Tanaman ini mengandung biji yang sangat banyak dan pertumbuhannya cepat (indonesiaindonesia, 2008).
Bunga Celosia cristata berkhasiat sebagai obat keputihan, menghilangkan rasa nyeri pada waktu haid dan kencing nanah. Untuk obat keputihan dipakai ± 10 gram bunga segar Celosia cristata,direbus dengan 1 1/2 gelas air selama 15 menit setelah dingin disaring.Hasil saringan diminum sekaligus (Depkes, 2008).

Tanaman ini mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol yang berkhasiat mengobati penyakit kencing nanah. Rebus dua gugus bunga jengger ayam dengan tiga gelas air bersih hingga mendidih dan tersisa 3/4 gelas, lalu didinginkan. Cara pemakaian dapat diminum dengan gula 3 kali sehari (Rafira, 2008).

II.2 Aspek Botani

Tanaman ini menambah keanekaragaman jenis tanaman hias yang merupakan bagian dari flora. Dari segi morfologi tanaman ini tergolong tanaman terna, Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna semusim ini tumbuh tegak, tinggi 60--90 cm, berbatang tebal dan kuat, bercabang, beralur. Daun tunggal, bertangkai, letak berseling. Helaian daun bentuknya bulat telur sampai memanjang dengan panjang 5--12 cm, lebar 3,5--6,5 cm, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau dengan sedikit garis merah di tengah daun. Bunga majemuk berbentuk bulir, tebal berdaging, bagian atas melebar seperti jengger ayam jago, berlipat-lipat dan bercangap atau bercabang, keluar di ujung batang atau di ketiak daun, warnanya ungu, merah, dadu, atau kuning. Buah kotak, bulat telur, merah kehijauan, retak sewaktu masak, terdapat dua atau beberapa biji kecil, berwarna hitam.Memiliki sistem perakaran tunggang (Radix primaria) (Emilia, 2008).

II.3 Aspek Ekologi

Dari aspek ekologi tanaman ini keberadaannya pada umumnya hanya sebagai tanaman hias yang dapat memperindah pekarangan, taman-taman, halaman rumah dan lokasi-lokasi lainnya. Pemberian sinar matahari cukup esensial, diperlukan pula pemupukan yang teratur. Celosia membutuhkan udara yang dingin dan sirkulasi udara yang baik untuk memperpanjang masa pembungaannya (Indonesiaindonesia, 2008). Dari segi morfologi tanaman ini tergolong tanaman terna, Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna semusim ini tumbuh tegak, tinggi 60--90 cm (Emilia, 2008).

II.4 Reproduksi dan Perbanyakan

Tanaman ini memiliki alat reproduksi (organum reproductive) yang bersifat generatif yaitu bunga (flos). Bunganya tergolong bunga banci (hermaprodit) yaitu dalam satu bunga terdapat dua alat kelamin sekaligus yaitu jantan (benang sari) dan betina (putik). Reproduksinya melalui proses penyerbukan/persarian. Penyerbukan adalah proses jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik. Pemberian sinar matahari cukup esensial, diperlukan pula pemupukan yang teratur. Celosia membutuhkan udara yang dingin dan sirkulasi udara yang baik untuk memperpanjang masa pembungaannya Perbanyakan tanaman ini dengan biji. Bijinya kecil berwarna hitam dan pertumbuhannya cepat (Rafira, 2008).

III.5 Aspek Ekonomi

Bunga jengger ayam Celosia cristata ini memiliki nilai ekonomi, di mana tanaman ini di minati oleh masyarakat karena tanaman ini sangat indah dan perawatannya tidak terlalu sulit, hanya pemberian sinar matahari cukup esensial, diperlukan pula pemupukan yang teratur. Celosia membutuhkan udara yang dingin dan sirkulasi udara yang baik untuk memperpanjang masa pembungaannya (Indonesiaindonesia, 2008).


BAB III
KUNCI DETERMINASI DAN KLASIFIKASI

III.1 Kunci Determinasi

Kunci determinasi pada bunga jengger ayam Celosia cristata adalah sebagai berikut :
1b…2b…3b…4b…6b…7b…9b…10b…11b…12b…13b…14a…15a…109b…119b…120b…128b…129b…135b…136b…139b…140b…142b…143b…146a…147a…148b…149a…Fam. 41.Amaranthaceae
Genus : Celosia
Spesies : Celosia cristata
Sumber : Flora
Van Steenis

III.2 Klasifikasi

Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Bangsa : Asteridae
Famili : Amaranthaceae
Genus : Celosia
Spesies : Celosia cristata
Sumber : Taksonomi Tumbuhan Tinggi
Gembong Tjitrosoepomo

BAB IV
PENYANDRAAN/DESKRIPSIO


IV.1 Penyandraan Umum

Tanaman jengger ayam Celosia cristata termasuk jenis tanaman Terna, tumbuh tegak, tinggi 60--90 cm. Umumnya, jengger ayam Celosia cristata ditanam di halaman dan di taman-taman, tanaman tepi taman (bedding plant). jarang terdapat tumbuh liar. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl.Perbanyakannya dengan biji.

IV.2 Penyandraan Khusus

a. Akar (Radix)

Keterangan gambar :
1. Leher Akar (Collum)
2. Batang akar (Radix lateralis)
3. Rambut akar (Pillus radicalis)
4. Serabut akar (Fibrilla radicalis)
5. Ujung akar (Apex radicalis)
6. Kalipra (Calypra)





Tanaman jengger ayam Celosia cristata memiliki system perakaran tunggang (Radix primaria), jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil.Cabang-cabang untuk memperluas bidang penyerapan air dan zat-zat makanan yang lebih banyak dan untuk memperkuat berdirinya batang tumbuhan. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga di sebut akar tunggang (Radix primaria).

2. Batang (Caulis)

Keterangan ganbar :
1.Ruas batang (Internodium)
2.Buku- buku batang (Nodus)



Batang jengger ayam Celosia cristata merupakan batang berkayu (lignosus) yaitu batang yang biasa keras dan kuat, tegak (erectus) yaitu arahnya lurus ke atas, bulat (teres),beralur (sulcatus), dan bercabang. Tipe percabangannya simpodial yaitu apabila batang pokoknya sukar ditentukan, karena dalam perkembangannya selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan cabang-cabangnya.

Thursday, November 5, 2009

GeNitaL WarTs (Kutil Kelamin)

GENITAL WARTS (KUTIL KELAMIN)

Salah satu penyakit seks menular (PMS) adalah kutil kelamin( Genital warts) atau disebut juga Condyloma Acuminata . Penyakit ini disebabkan oleh virus Human papillomavirus (HPV). Virus ini menyebabkan wabah kecil, daging segar seperti kutil berwarna kulit atau keabuan. Warts ini biasanya berkembang di daerah genital dan anal laki-laki dan perempuan. Mereka mungkin juga berkembang di mulut dan tenggorokan wilayah orang yang terlibat dalam oral seks dengan partner yang terinfeksi. Penyakit ini terjakit melalui kontak antar kulit bukan dari pertukaran cairan tubuh. Kondom dan metode penghalang lainnya dalam KB tidak akan mencegah infeksi HPV karena alasan tersebut. Kutil kelamin bisa menjangkit siapa pun, baik pria maupun wanita dan dapat terjadi di usia berapa pun.
Kebanyakan kasus kutil kelamin ditemukan pada mereka di usia 17 - 33 tahun. Kutil kelamin adalah penyakit yang sangat menular, bahkan terdapat 60% kemungkinan kutil kelamin ini tertular dari satu kali kontak seksual saja dengan seseorang yang sudah terlebih dahulu menderita dan kontak seksual tidak harus sama dengan atau berarti intercourse, bisa juga melalui route manual to genital alias menggunakan tangan atau sex toys. Seorang wanita yang memiliki HPV (human papillomavirus), virus yang menyebabkan kutil kelamin masih diperbolehkan untuk mempunyai anak. Ini karena kutil tersebut terletak diluar MissV dan rahim. Kutil Kelamin tidak berkaitan dengan kemampuan wanita untuk hamil. Bagaimanapun juga selama masa kehamilan, kutil kelamin bisa membesar dikarenakan pertambahan estrogen. Kutil pada dinding MissV akan membuat MissV menjadi kurang fleksibel and elastis. Sehingga disarankan untuk tidak menghilangkan kutil pada fase ini karena ada kemungkinan menganggu kelahiran. Operasi Cesar dianjurkan bagi para wanita hamil yang mengidap kutil kelamin.

Penyebabnya :
1. meningkatnya kegiatan seksual tanpa alat proteksi
2. berganti-ganti pasangan seks atau mulai aktif secara seksual sejak usia muda.
3. Melakukan hubungan seks dengan orang yang telah terjangkit
Penularannya dapat melalui :
1. melalui hubungan seks anal dan vaginal,
2. melalui hubungan seks oral dan selama foreplay
Cara Pengobatannya dengan :
1. cryolysis ,
2. keratolytica,
3. Laser; Perawatan tradisional untuk kutil kelamin lebih difokuskan pada upaya untuk menghentikan perkembangannya dengan menggunakan sinar laser. Proses ini harus dilakukan di RS atau klinik kesehatan.
4. operasi ekstirpasi,
5. imuno-therapi.
6. Vaksin HPV (Gardasil) telah diakui FDA sejak 2006 yang cocok digunakan pada gadis atau wanita usia 9-26 tahun. Vaksin ini telah terbukti aman dan 100% efektif untuk menghindari infeksi empat tipe HPV paling umum (6, 11, 16, dan 18) pada wanita yang belum terjangkit virus. Namun, vaksin ini kurang efektif untuk mereka yang sudah terinveksi HPV, dan ia tidak dapat melindungi dari semua tipe infeksi HPV. Saat ini masih dilakukan studi apakah vaksin ini juga aman bagi wanita yang lebih tua dan bagi laki-laki.
7. sedikit menahan aktivitas seksual sampai terapi selesai.

Sumber :
• http://www.ryntept.com/2009/01/genital-warts-site.html
• http://www.kapanlagi.com/a/kutil-kelamin-berbahayakah.html
• http://www.indonesiaindonesia.com/f/7302-mengenal-jauh-kutil-kelamin/
• http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090604082632AAArZuv

Wednesday, November 4, 2009

fISIolOgi MikRObA PADa kONDisI eKstrIM

Pertumbuhan mikroba dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan setiap mikroba membutuhkan kondisi pertumbuhan yang berbeda. Kondisi lingkungan yang mendukung dapat dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembaban, dan cahaya. Jika ketiga faktor ini berada dalam kondisi yang normal maka bakteri dapat tumbuh dengan baik. Namun jika faktor-faktor pertumbuhan tersebut dalam kondisi yang tidak normal maka pertumbuhan bakteri pun akan terhambat. Hal inilah yang disebut sebagai keadaan atau kondisi ekstrim yang dihadapi oleh berbagai mikroorganisme.
Bakteri merupakan organisme kosmopolit yang dapat kita jumpai di berbagai tempat dengan berbagai kondisi di alam ini. Mulai dari padang pasir yang panas, sampai kutub utara yang beku kita masih dapat menjumpai bakteri.
Untuk File selengkapnYa, KLIK aja JuDuL di AtaS !!!!!

Tuesday, October 13, 2009

FISIOLOGI MIKROBA DALAM KONDISI EKSTREM

FISIOLOGI MIKROBA DALAM KONDISI EKSTREM
OLEH :

TRI YUNIATI




BAB I
PENDAHULUAN

Aktivitas mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungannya. Perubahan lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi mikroba. Faktor lingkungan yang mempengaruhi antara lain faktor-faktor abiotik (fisika dan kimia) antara lain suhu, tegangan permukaan, listik dan ion, getaran, radiasi, tegangan osmosis dan faktor biotik yaitu nutrisi, air, oksigen, dll.
Pertumbuhan mikroba memerlukan kisaran suhu tertentu. Suhu minimum adalah suhu terendah tetapi mikroba masih dapat hidup. Suhu optimum adalah suhu paling baik untuk pertumbuhan mikroba. Suhu maksimum adalah suhu tertinggi untukkehidupan mikroba.
Berdasarkan kisaran suhu pertumbuhanna, mikroba dapat dikelompokkan menjadi mikroba psikrofil (kriofil), mesofil, dan termofil. Psikrofil adalah kelompok mikroba yang dapat tumbuh pada suhu 0- 30˚C dengan suhu optimum 15˚C. Mesofil adalah kelompok mikroba pada umumnya, memiliki suhu minimum 15˚C, suhu optimum 25-37˚C dan suhu maksimum 45-55˚C.
Beberapa kelompok mikroba mampu bertahan hidup pada kondisi ekstrem dimana memiliki suhu yang relative lebih tinggi, dimana bakteri ini digolongkan menjadi bakteri termofil. Adapun fisiologi yang dimiliki oleh bakteri ini sehingga mampu bertahan pada kondisi ekstrem akan kita bahan lebih lanjut dalam makalah ini.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Fisiologi serta contoh bakteri termofil
Mikroba yang tahan hidup pada suhu tinggi dikelompokkan dalam mikroba termofil. Kelompok ini mempunyai suhu minimum 40˚C, suhu optimum pada suhu 55- 60˚C dan suhu maksimum untuk pertumbuhannya 75˚C. Untuk mikroba yang tidak tumbuhn di bawah suhu 30˚C dan mempunyai suhu pertumbuhan pada 60˚C, dikelompokkan ke dalam mikroba termofil obligat. Untuk mikroba termofil yang dapat tumbuh dibawah suhu 30˚C, dimasukkan ke dalam kelompok mikroba termofil fakultatif.
Mikroba ini dapat tahan pada kondisi ekstrem (suhu tinggi) sebab mempunyai membran sel yang mengandung lipida jenuh, sehingga memiliki titik didih yang tinggi. Selain itu di dalam DNA-nya mengandung guanin dan sitosin dalam jumlah yang relative besar, sehingga memungkinkan molekul DNA-nya tetap stabil pada kondisi dimana suhu tinggi. Selain itu mikroba ini mampu memproduksi protein yang termasuk enzim dimana, kelebihan enzim ini yakni tidak terdenaturasi pada kondisi suhu yang tinggi.
Salah satu contoh bakteri yang tahan terhadap kondisi suhu yang tinggi yaitu Thermus aquaticus merupakan jenis bakteri yang dapat mentolerir suhu tinggi, salah satu dari beberapa bakteri yang thermophilik. Kelompok Ini adalah sumber tahan panas enzim Taq DNA Polimerase, salah satu yang paling penting enzim dalam biologi molekular karena penggunaannya dalam polymerase chain reaction (PCR) teknik amplifikasi DNA.

Domain: Bakteri

Kingdom: Bakteri

Phylum: Deinococcus-Thermus

Class: Deinococci
Ordo: Thermales
Genus: Thermus
Species: T. aquaticus

Binomial Thermus aquaticus
Brock & Freeze, 1969
Bakteri ini tumbuh subur pada 70 ° C (160 ° F), tetapi dapat bertahan hidup pada suhu 50 ° C hingga 80 ° C (120 ° F hingga 175 ° F). Ini bakteri adalah chemotroph - itu melakukan chemosynthesis dalam rangka untuk mendapatkan makanan. Namun, sejak kisaran temperatur agak tumpang tindih dengan bahwa dari fotosintesis cyanobacteria yang berbagi lingkungan yang ideal, kadang-kadang ditemukan hidup dalam pertalian dengan negara tetangga, memperoleh energi untuk pertumbuhan dari fotosintesis.
• Enzim dari T. aquaticus aquaticus
T. aquaticus telah menjadi terkenal sebagai sumber enzim tahan panas, terutama "Taq" Polimerase DNA, seperti yang dijelaskan di bawah ini.
• Aldolase
Studi thermophilic ekstrem ini bakteri yang dapat tumbuh di kultur sel pada awalnya terpusat pada upaya untuk memahami bagaimana protein enzim (yang biasanya tidak aktif pada suhu tinggi) dapat berfungsi pada suhu tinggi di thermophiles. Bekukan tahun 1970 dan Brock menerbitkan sebuah artikel yang menggambarkan sebuah tahan panas aldolase enzim dari Thermus aquaticus.
• RNA polimerase
Pertama polimerase enzim diisolasi dari Thermus aquaticus pada tahun 1974, adalah DNA-dependent RNA polimerase, [6] yang digunakan dalam proses Transcription.
• Enzim restriksi Taq I
Sebagian besar mungkin ahli biologi molekular menyadari Thermus aquaticus pada akhir tahun 1970 atau awal 1980-an karena isolasi yang berguna endonuklease restriksi dari organisme ini. [7] Penggunaan istilah "Taq" untuk merujuk ke Thermus aquaticus muncul pada saat ini dari konvensi enzim restriksi memberi nama-nama pendek seperti Sal dan Hin, nama-nama yang berasal dari genus dan spesies dari organisme sumber.


Model molekuler Taq polimerase (PDB)
• DNA polimerase ( "Taq pol")
DNA polimerase pertama kali diisolasi dari Thermus aquaticus pada tahun 1976. Keuntungan pertama yang ditemukan untuk tahan panas (suhu optimal 80 ° C) DNA polimerase adalah bahwa itu bisa terisolasi dalam bentuk murni (bebas dari kontaminan enzim lainnya) daripada bisa DNA polimerase dari sumber lain. Kemudian, Kary Mullis dan peneliti lainnya di Cetus Corporation menemukan bahwa enzim ini dapat digunakan dalam polymerase chain reaction (PCR) proses untuk memperkuat segmen pendek DNA, menghilangkan keharusan untuk menambahkan enzim setelah setiap siklus denaturasi termal dari DNA. Enzim juga klon, sequencing,
dimodifikasi (untuk menghasilkan lebih pendek 'Stoffel Fragmen'), dan diproduksi dalam jumlah besar untuk penjualan komersial. Pada tahun 1989 Ilmu majalah bernama Taq polimerase sebagai yang pertama "Molekul of the Year". Pada tahun 1993, Dr Mullis dianugerahi Hadiah Nobel untuk karyanya dengan PCR.
• Enzim lainnya
Suhu optimum yang tinggi untuk Thermus aquaticus memungkinkan peneliti untuk mempelajari reaksi dalam kondisi yang kehilangan aktivitas enzim lainnyaEnzim lainnya diisolasi dari organisme ini meliputi DNA ligase, Alkaline Phosphatase, NADH oksidase, dehidrogenase Isositrat, Amylomaltase, dan selalu populer Fruktosa 1,6-bisphosphate-Dependent L-laktat dehidrogenase.
• Kontroversi
Penggunaan komersial enzim dari T. aquaticus belum aquaticus tanpa kontroversi. Setelah Dr Brock's studi, sampel organisme yang disimpan di Koleksi Budaya Tipe Amerika, repositori umum. Ilmuwan lain, termasuk yang di Cetus, yang diperoleh dari sana. Sebagai potensi komersial Taq Polimerase menjadi nyata pada 1990-an, yang National Park Service berlabel penggunaannya sebagai "Great Taq Rip-off." Para peneliti yang bekerja di Taman Nasional sekarang diharuskan menandatangani "berbagi keuntungan" perjanjian yang akan mengirim sebagian dari keuntungan kemudian kembali ke Park Service.




B. Aplikasi mikroba termofil
Mikroba yang senang bermukim di lingkungan air yang sangat hangat karena mendapat kelimpahan makanan yang tak lain adalah unsur selenium. Bakteri penyerap selenium ini ditemukan Novik selama dua tahun menjelajahi sumber air panas di Gunung Kerinci-Seblat Sumatera dan Dataran Tinggi Toraja di Sulawesi, serta Gunung Rinjani di Pulau Lombok, juga hasil survei ke Cibodas-Bogor dan Bali. Riset tersebut bertujuan untuk mencari sumber bahan aktif dan senyawa obat dari mikroba dan tumbuhan herba yang hidup di sana untuk mencegah dan mengobati kanker.
Berbagai jenis bakteri termofil tentunya akan banyak ditemukan di Indonesia, sebagai wilayah yang memiliki gunung berapi terbanyak di dunia. Keberadaan bakteri ini ditunjang oleh limpahan selenium di permukaan bumi sebagai akibat luapan magma pada masa lalu di daerah itu. Namun, sayangnya, kekayaan dan potensi hayati ini belum diteliti dan tergali.
Saat ini memang belum banyak penelitian selenium dalam tumbuhan dan mikroba di daerah vulkanis di Indonesia serta peranannya dalam pencegahan dan terapi kanker. Padahal, kanker diketahui masih merupakan pembunuh utama di Indonesia. "Sebagian besar bahan bioaktif farmasi atau produk jadinya sebagai obat antioksidan dan terapi kanker masih diimpor," papar Novik yang bergabung di LIPI pada tahun 2000.

BAB III
PENUTUP

III. Kesimpulan
Mikroba ini dapat tahan pada kondisi ekstrem (suhu tinggi) sebab mempunyai membran sel yang mengandung lipida jenuh, sehingga memiliki titik didih yang tinggi. Selain itu di dalam DNA-nya mengandung guanin dan sitosin dalam jumlah yang relative besar, sehingga memungkinkan molekul DNA-nya tetap stabil pada kondisi dimana suhu tinggi. Selain itu mikroba ini mampu memproduksi protein yang termasuk enzim dimana, kelebihan enzim ini yakni tidak terdenaturasi pada kondisi suhu yang tinggi.



Daftar Pustaka

http:// www.wikipedia.com
http://plantamor.com
http://studylink.com
http://apasihbiotek.com

PeRtuMbuHan MikRoBa..................!!!!!!

Pertumbuhan Mikroba
Mikroba merupakan mikroorganisme yang perlu diketahui kemampuannya untuk tumbuh dan hidup sebab beberapa di antaranya sering dimanfaatkan untuk keperluan penelitian.Sampai sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan terus menggali potensi apa yang terdapat di dalam mikriba, oleh karena itu perlu diketahui seluk beluk dari mikroba itu sendiri.Salah satunya yaitu factor- factor apa saja yang dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Setiap mikrioba memiliki karakteristik kondisi pertumbuhan yang berbeda- beda Pertumbuhan bakteri pada kondisi yang optimum lebih cepat jika dibandingkan dengan jamur dan kaoang. Hal ini disebabkan karena bakteri memiliki struktur sel yang lebih sederhana, sehingga sebagian besar bakteri memiliki waktu generasi hanya sekitar 20 menit jika dibandingkan dengan khamir dan kapang yang struktur selnya lebih rumit dan waktu generasinya yang cukup lama.
Faktor- faktor yang mempegearuhi pertumbuhan mikroba antara lain :
1. Tingkat keasaman (PH)
Kebanyakan mikroba tumbuh baik pada pH sekitar netral dan pH 4,6 – 7,0 merupakan kondisi optimum untuk pertumbuhan bakteri, sedangkan kapang dan khamir tumbuh pada pH yang lebih rendah.
2. Suhu
Suhu merupakan salah satu factor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba. Setiap mikroba mempunyai kisaran suhu dan suhu optimum tertentu untuk pertumbuhannya. Berdasarkan kisaran suhu pertumbuhan, mikroba dibedakan atas tiga kelompok sbb :
• Psikrofil, yaitu mikroba yang mempunyai kisaran pertumbuhan pada suhu 0 – 20o C
• Mesofil, yaitu mikroba yang mempunyai kisaran suhu pertumbuhan 20 – 450 C
• Termofil, yaitu mikroba yang mempunyai suhu pertumbuhannya diatas 450 C
Kebanyakan mikroba perusak pangan merupakan mikroba mesofil, yaitu tumbuh baik pada suhu ruangan atau suhu kamar. Bakteri pathogen umumnya mempunyai suhu optimum pertumbuhan sekitar 370 C, yang juga adalah suhu tubuh manusia. Oleh karena itu suhu tubuh manusia merupakan suhu yang baik untuk pertumbuhan beberapa bakteri pathogen.
Mikroba perusak dan pathogen umumnya dapat tumbuh pada kisaran suhu 4 – 660 C.
3. Nutrient
Mikroba sama dengan makhluk hidup lainnya, memerlukan suplai nutrisi sebagai sumber energi dan pertumbuhan selnya. Unsur-unsur dasar tersebut adalah : karbon, nitrogen, hidrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi dan sejumlah kecil logam lainnya. Ketiadaan atau kekurangan sumber-sumber nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba
hingga pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.Kondisi tidak bersih dan higinis pada lingkungan adalah kondisi yang menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sehingga mikroba dapat tumbuh berkembang di lingkungan seperti ini. Oleh karena itu, prinsip daripada menciptakan lingkungan bersih dan higinis adalah untuk mengeliminir dan meminimalisir sumber nutrisi bagi mikroba agar pertumbuhannya terkendali.
4. Oksigen
Mikroba mempunyai kebutuhan oksigen yang berbeda-beda untuk pertumbuhannya. Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen, mikroba dibedakan atas 4 kelompok sbb:
• Aerob, yaitu mikroba yang membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya
• Anaerob, yaitu mikroba yang tumbuh tanpa membutuhkan oksigen
• Anaerob fakultatif, yaitu mikroba yang dapat tumbuh dengan atau tanpa adanya oksigen
• Mikroaerofil, yaitu mikroba yang membutuhkan oksigen pada konsentrasi yang lebih rendah daripada konsentrasi oksigen yang normal di udara.
Mikroba perusak pangan sebagian besar tergolong aerob, yaitu membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya, kecuali bakteri yang dapat tumbuh pada saluran pencernaan manusia yang tergolong anaerob fakultatif,

Info: Methana di Mars Mungkin Hasil Aktivitas Mikroba

Dilaporkan dalam jurnal Icarus juga menemukan metanogen di lingkungan yang keras di Bumi. Para peneliti mempelajari lusinan tanah dan sampel uap dari lima gurun berbeda di Utah, Idaho, dan Kalifornia serta Kanada dan Chili. Di sekitar Stasiun Penelitian Gurun Mars, Utah, ditemukan tanda-tanda kehidupan metanogen. Sedangkan kandungan metan dalam sampel gas
300 kali lebih besar daripada tanah sekitarnya. Salah satu anggota tim Timothy Kral dari University of Arkansas, AS menyatakan bahwa lingkungan yang kering biasanya membinasakan bakteri jenis ini. "Jadi, menemukannya di area yang kering tidak pernah diperkirakan siapa pun
sebelumnya," katanya. Metanogen membutuhkan lingkungan anaerob (tanpa oksigen) untuk bertahan hidup serta kombinasi karbon dioksida dan hidrogen untuk menghasilkan energi. Sampel yang dikumpulkan Kral diperoleh dari lingkungan yang kemungkinan besar anaerob, yaitu lapisan kering pada kedalaman 70 centimeter di bawah gurun.
Permukaan Mars juga sangat kering, sehingga temuan tersebut mendukung dugaan bahwa kandungan metan yang ada di Mars mungkin dihasilkan oleh aktivitas mikroba. Tapi menurut Andrew Knoll, seorang ahli biogeokimia di Harvard University dan anggota tim ilmuwan wahana penjelajah Mars, metanogen mungkin tinggal

Tuesday, September 15, 2009

Pertumbuhan Mikroba
Mikroba merupakan mikroorganisme yang perlu diketahui kemampuannya untuk tumbuh dan hidup sebab beberapa di antaranya sering dimanfaatkan untuk keperluan penelitian.Sampai sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan terus menggali potensi apa yang terdapat di dalam mikriba, oleh karena itu perlu diketahui seluk beluk dari mikroba itu sendiri.Salah satunya yaitu factor- factor apa saja yang dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Setiap mikrioba memiliki karakteristik kondisi pertumbuhan yang berbeda- beda Pertumbuhan bakteri pada kondisi yang optimum lebih cepat jika dibandingkan dengan jamur dan kaoang. Hal ini disebabkan karena bakteri memiliki struktur sel yang lebih sederhana, sehingga sebagian besar bakteri memiliki waktu generasi hanya sekitar 20 menit jika dibandingkan dengan khamir dan kapang yang struktur selnya lebih rumit dan waktu generasinya yang cukup lama.
Faktor- faktor yang mempegearuhi pertumbuhan mikroba antara lain :
1.Tingkat keasaman (PH)
Kebanyakan mikroba tumbuh baik pada pH sekitar netral dan pH 4,6 – 7,0 merupakan kondisi optimum untuk pertumbuhan bakteri, sedangkan kapang dan khamir tumbuh pada pH yang lebih rendah.
2.Suhu
Suhu merupakan salah satu factor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba. Setiap mikroba mempunyai kisaran suhu dan suhu optimum tertentu untuk pertumbuhannya. Berdasarkan kisaran suhu pertumbuhan, mikroba dibedakan atas tiga kelompok sbb :
•Psikrofil, yaitu mikroba yang mempunyai kisaran pertumbuhan pada suhu 0 – 20o C
•Mesofil, yaitu mikroba yang mempunyai kisaran suhu pertumbuhan 20 – 450 C
•Termofil, yaitu mikroba yang mempunyai suhu pertumbuhannya diatas 450 C

Kebanyakan mikroba perusak pangan merupakan mikroba mesofil, yaitu tumbuh baik pada suhu ruangan atau suhu kamar. Bakteri pathogen umumnya mempunyai suhu optimum pertumbuhan sekitar 370 C, yang juga adalah suhu tubuh manusia. Oleh karena itu suhu tubuh manusia merupakan suhu yang baik untuk pertumbuhan beberapa bakteri pathogen.
Mikroba perusak dan pathogen umumnya dapat tumbuh pada kisaran suhu 4 – 660 C.
3.Nutrient
Mikroba sama dengan makhluk hidup lainnya, memerlukan suplai nutrisi sebagai sumber energi dan pertumbuhan selnya. Unsur-unsur dasar tersebut adalah : karbon, nitrogen, hidrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi dan sejumlah kecil logam lainnya. Ketiadaan atau kekurangan sumber-sumber nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba
hingga pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.Kondisi tidak bersih dan higinis pada lingkungan adalah kondisi yang menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sehingga mikroba dapat tumbuh berkembang di lingkungan seperti ini. Oleh karena itu, prinsip daripada menciptakan lingkungan bersih dan higinis adalah untuk mengeliminir dan meminimalisir sumber nutrisi bagi mikroba agar pertumbuhannya terkendali.
4.Oksigen
Mikroba mempunyai kebutuhan oksigen yang berbeda-beda untuk pertumbuhannya. Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen, mikroba dibedakan atas 4 kelompok sbb:
•Aerob, yaitu mikroba yang membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya
•Anaerob, yaitu mikroba yang tumbuh tanpa membutuhkan oksigen
•Anaerob fakultatif, yaitu mikroba yang dapat tumbuh dengan atau tanpa adanya oksigen
•Mikroaerofil, yaitu mikroba yang membutuhkan oksigen pada konsentrasi yang lebih rendah daripada konsentrasi oksigen yang normal di udara.
Mikroba perusak pangan sebagian besar tergolong aerob, yaitu membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya, kecuali bakteri yang dapat tumbuh pada saluran pencernaan manusia yang tergolong anaerob fakultatif,

Info: Methana di Mars Mungkin Hasil Aktivitas Mikroba

Dilaporkan dalam jurnal Icarus juga menemukan metanogen di lingkungan yang keras di Bumi. Para peneliti mempelajari lusinan tanah dan sampel uap dari lima gurun berbeda di Utah, Idaho, dan Kalifornia serta Kanada dan Chili. Di sekitar Stasiun Penelitian Gurun Mars, Utah, ditemukan tanda-tanda kehidupan metanogen. Sedangkan kandungan metan dalam sampel gas
300 kali lebih besar daripada tanah sekitarnya. Salah satu anggota tim Timothy Kral dari University of Arkansas, AS menyatakan bahwa lingkungan yang kering biasanya membinasakan bakteri jenis ini. "Jadi, menemukannya di area yang kering tidak pernah diperkirakan siapa pun
sebelumnya," katanya. Metanogen membutuhkan lingkungan anaerob (tanpa oksigen) untuk bertahan hidup serta kombinasi karbon dioksida dan hidrogen untuk menghasilkan energi. Sampel yang dikumpulkan Kral diperoleh dari lingkungan yang kemungkinan besar anaerob, yaitu lapisan kering pada kedalaman 70 centimeter di bawah gurun.
Permukaan Mars juga sangat kering, sehingga temuan tersebut mendukung dugaan bahwa kandungan metan yang ada di Mars mungkin dihasilkan oleh aktivitas mikroba. Tapi menurut Andrew Knoll, seorang ahli biogeokimia di Harvard University dan anggota tim ilmuwan wahana penjelajah Mars, metanogen mungkin tinggal

Sunday, September 6, 2009

WeLL DeSiGn (@daptasi) Rayap

WELL DESIGN (ADAPTASI) PADA RAYAP



1.Adaptasi Morfologi

•Rayap memiliki morfologi yang berbeda-beda sehingga memiliki system pembagian tugas seperti halnya rayap ratu memiliki ukuran yang lebih besar untuk menghasilkan anak, sedangkan rayap prajurit memiliki mulut bertipe penggigit dengan capit yang lebih besar.
2.Adaptasi Tingkah Laku

•Hewan rayap itu buta, untuk menemukan jalan dia membuat terowongan dari tanah yang dapat menuntunnya menuju ke tempat makanan atau sarangannya.
•Rayap mengalami pengelupasan kulit. Pada saat kulit mengelupas, usus bagian belakang ikut terkelupas, sehingga flagellata turut terbawa oleh usus. Untuk mendapatkan kembali flagellata tersebut, rayap biasanya memakan kembali kelupasan kulitnya.
•Berbeda dengan rayap dewasa, rayap yang baru menetas suka menjilati dubur rayap dewasa untuk mendapatkan flagellata.

3.Adaptasi Fisiologi
•Rayap adalah golongan serangga penghancur kayu. Rayap mempunyai enzim yang dapat mencerna kayu karena di dalam ususnya terdapat hewan flagellata yang mampu mencernakan kayu. Hewan flagellata mampu menghasilkan enzim selulose.


Sumber :
http://fajarimoet-fajar.blogspot.com
http://files.ictpamekasan.net
http://mengerjakantugas.blogspot.com

TeNtanG DiRiQ_

My photo
I’m collage in Hasanuddin University Fakultas MIPA Biology